H-1 Ramadhan, Penutup Reflektif (Sangat Lembut)

Bismillah...
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 

H-1 Ramadhan | Penutup Reflektif (Sangat Lembut)

Caption:
Ramadhan tinggal menghitung waktu.
Kita datang dengan hati yang belum sempurna,
amal yang masih sedikit,
dan dosa yang belum seluruhnya selesai.

Tapi Allah Maha Penerima.
Semoga Ramadhan ini
bukan tentang siapa yang paling sibuk,
tapi siapa yang paling jujur
memperbaiki diri di hadapan Allah.


Ramadhan Hari 1 | Tentang Niat
Hari pertama Ramadhan.

Kita memulai dengan semangat,
dengan harapan,
dengan doa-doa yang diam-diam kita simpan.
Tapi Ramadhan bukan tentang seberapa kuat kita menahan lapar.
Ia tentang…
untuk siapa semua ini kita lakukan.

Jika niatnya benar,
lelah terasa ringan.
Jika niatnya lurus,
amal kecil pun menjadi besar di sisi Allah.
Hari ini, sebelum sibuk dengan target dan jadwal,
mari kita perbaiki satu hal:
niat.

Ramadhan Hari 4 | Tentang Mengikhlaskan yang Berat

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar.
Ia juga tentang belajar melepaskan.
Melepaskan marah yang lama dipendam.
Melepaskan kecewa yang terus disimpan.
Melepaskan luka yang diam-diam masih kita jaga.
Tidak mudah.

Tapi bukankah Ramadhan datang untuk membersihkan?
Mungkin bukan orang lain yang harus berubah dulu.

Mungkin hati kita yang perlu dilapangkan lebih dulu.
Mengikhlaskan bukan berarti kalah.
Mengikhlaskan adalah percaya
bahwa Allah melihat segalanya
dan Allah sebaik-baik pembalas.

Semoga Ramadhan ini
membuat hati kita lebih ringan
daripada sebelumnya.

🤍 Doa
Ya Allah…
jika ada yang masih berat kami lepaskan,
lapangkan hati kami untuk mengikhlaskannya.

Jika ada luka yang belum sembuh,
sembuhkan dengan sabar dan ridha.
Jika ada air mata yang belum sempat jatuh,
jadikan ia penggugur dosa.

Dan jika kami belum mampu memaafkan sepenuhnya,
ajarkan kami pelan-pelan…
sampai hati ini benar-benar kembali tenang.

_____
Motivasi islami Umiasiah ✨ 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesabaran Urwah bin Az-zubair yang tak Tertandingi. bagian 1.

Kekuatan Sabar Dalam Menghadapi Ujian Hidup

Kamu Sudah Terlalu Dekat Untuk Menyerah